Lahh…
Mba, boleh saya minta brosurnya? Silahkan pak! kata mba yang lucu sambil memberikan brosur pada saya.
Kira-kira begitulah yang bisa saya ingat kalo saya meminta brosur pada mba yang lucu disuatu pameran atau sedang melihat produk yang menjadi idaman. Saat menerima brosur saya langsung melihat foto produk, harganya dan diskon yang utama.
Tapi lucunya, saya tidak pernah sedikit protes kepada mba tersebut kalau yang diberikan hanya selebaran? dan kalau saya protes juga buat apa. Lahh… saya sudah asik dengan diskon atau cicilan yang diberikan.
Berdasarkan diatas saya jadi tahu kalau brosur sama dengan selebaran. Jadi kalau saya buat brosur dengan ukuran A4, A3 atau A5, A2 dilipat 2, 3, 4 atau tidak dilipat sama sekali ya tetap brosur juga namanya. Justru yang penting diskonnya supaya brosur ngga langsung dibuang
Mini Market

Boleh percaya atau tidak. Mini market yang kita lihat ini bukanlah satu mini market yang berlokasi di Jakarta atau pulau jawa. Mini market ini berada jauh dari lokasi studio saya di Jakarta yaitu pulau Kalimantan.
Bila kita lihat sepintas, mini market ini terlihat sama dengan mini market kebanyakan dengan menggunakan papan nama (signage) untuk nama usaha dan ruangan yang tidak terlalu besar layaknya supermarket. Namun setelah berbincang-bincang dengan pemilik usaha ternyata beliau ingin membuka satu gerai lagi sehingga beliau ingin memantabkan tampilan yang kedua agar menjadi mini market yang menjadi pusat kebutuhan di salah satu kota di Kalimantan.

Setelah mendapat masukan dan keinginan dari pemilik usaha ini, saya membantu memperbaiki tampilan yang ada agar sesuai dengan apa yang telah disampaikan oleh beliau. Pekerjaan mulai dari memperbaiki tanda plus yang terkesan kaku sampai penggunaan huruf yang terlihat standar dan menempel satu sama lain.


Kemudian saya mengusulkan untuk merubah tanda plus menjadi suatu tanda yang menandakan bahwa mini market ini memiliki daya tarik tersendiri karena mini market ini tidak hanya sekedar mini market biasa tapi mini market yang memberikan nilai lebih didalamnya. Tampilan yang fresh juga saya usulkan agar lebih dinamis sesuai dengan target pasar yang dituju yaitu keluarga muda, anak sekolah dan kampus sehingga diharapkan mini market ini bisa menjadi pusat kebutuhan yang dapat mengakomodir keperluan masyarakat sekitar. Selain perubahan yang saya lakukan, saya juga mengembangkan aplikasi lain pada pakaian seragam, tas plastik belanjaan, sampai spanduk saat pembukaan yang sangat dibutuhkan untuk menjaga konsistensi dari tampilan itu sendiri.
